inspirasi 2

14 September 2010

Nama   : Nurul Chotimah

Nrp      : B04100116

Laskar : 30

BENING HATI AISYAH

Namanya Aisyah, ia seorang anak yang pintar. Tapi Subhanallah, ia memiliki kekurangan karena salah satu kakinya kecil. Ia sering mendapat ejekan dari teman-temannya karena kekurangannya tersebut. Tapi ia tetap tersenyum mendengar semua ejekan yang ia terima.

“Lihat! Aisyah pincang !,” teriak salah satu temannya saat Aisyah lewat di depan kelas. Sungguh kasihan Aisyah, harus menerima ejekan demi ejekan dari teman-temannya. Tapi Aisyah tetap tegar dan menjalani kehidupannya dengan ceria.

Ada seorang anak laki-laki bernama Dino yang selalu merasa terganggu dengan kehadiran Aisyah. Ia selalu mengganggu Aisyah setiap hari. Berbagai cara dilakukan oleh Dino untuk mengganggu Aisyah, tapi tidak sekalipun Aisyah marah ataupun kesal. Suatu hari Dino dengan sengaja menghalangi Aisyah yang sedang berjalan di taman hingga Aisyah terjatuh, bukannya marah atau kesal tapi Aisyah malah tersenyum sambil berkata, “Sudah dong Dino”. Dino merasa heran dan berkata dalam hatinya kenapa dia nggak marah ya ?

Besoknya, Dino kembali mengejek Aisyah dengan berteriak, “Weee…. Pincang!!”. Mendengar itu Aisyah hanya berlalu sambil tersenyum. Saat pulang sekolah Dino telah merencanakan untuk kembali mengganggu Aisyah. Kali ini, Dino mencoba mengajak Aisyah untuk pulang bersamanya.

“Aisyah, kita pulang bareng, yuk!”, tanya Dino pada Aisyah saat mereka keluar dari kelas. “Hah?! Tumben mau pulang bareng?”, Aisyah balik bertanya. “Yaa, sekali-kali boleh kan?”, jawab Dino.

Tapi, banyak orang memperhatikan mereka. Bahkan, ada yang menertawai dan menunjuk-nunjuk pada mereka. Oh, ternyata Dino benar-benar keterlaluan. Ia berjalan di samping Aisyah sambil meniru-niru cara jalan Aisayah yang terpincang-pincang. Aisyah sekali lagi hanya tersenyum.

“Dino, apa kamu tidak capek jalan seperti aku?”, tanya Aisyah. “Emang kamu juga tidak capek jalan seperti itu?”, kata Dino. “Hahahaha!!! Lihat tuh si Dino!”, teriak salah satu teman Dino. “Kalo aku kan ditakdirkan seperti ini. Jalan seperti ini bukan keinginanku, tapi karena keadaan. Kamu pasti capek kan berjalan seperti aku?”, ledek Aisyah sambil tersenyum geli. Dino merasa malu dan bersalah dengan perkataan Aisyah tadi.

Sore harinya, Dino pergi ke rumah Aisyah berniat untuk meminta maaf. “Assalamualaikum Aisyah”, kata Dino. “Waalaikumsalam”, jawab Aisyah. “Aisyah maafkan aku. Aku selalu mangganggu dan menjahili kamu. Aku malu sama kamu”,  kata Dino. “Sudahlah, aku sudah memaafkan kamu, juga semua orang yang sudah mengejekku”, jawab Aisyah.

“Tapi kenapa sih, kamu nggak pernah marah kalau diejek orang?’, tanya Dino. “Kita tidak boleh membalas keburukan dengan keburukan lagi. Begitulah nasihat dari almarhum Ayahku”, jawab Aisyah. “MasyaAllah ternyata kamu juga anak yatim Aisyah. Maafkan aku”, Dino kembali meminta maaf.

Dari cerita di atas, kita bisa mengambil hikmah bahwa kekurangan tidak selalu membuat kita merasa rendah diri, justru orang cacatlah yang terkadang memiliki jiwa yang besar dibanding orang yang normal. Selain itu, perbuatan mengejek atau mengolok-olok teman adalah perbuatan yang menyakitkan hati. Maka bersihkanlah hati kita dengan senantiasa tersenyum dan memberi salam kepada teman. Orang yang hatinya bersih tidak akan pernah merasa capek dalam hidupnya. Segala sesuatu akan diterimanya dengan lapang dada. Yang paling penting ialah sungguh mulia orang yang mau memaafkan saudaranya, karena menyimpan amarah dalam hati akan membutakan hati kita.

Filed in Academic at 11:10 pm

no comments

inspirasi 1

Nama   : Nurul Chotimah

Nrp      : B04100116

Laskar : 30

KEAJAIBAN SEORANG MAMA

Berada di sisi mama membuat hati ini terasa tenang. Hal inilah yang selalu saya rindukan setiap kali saya berada di luar rumah. Mungkin ada yang bilang kalau saya anak mamih atau anak rumahan, tapi inilah yang saya rasakan saat ini, besok, dan insyaAllah sampai seterusnya.

Hal yang paling saya senangi dari seorang mama adalah beliau selalu siap menjadi tempat ternyaman untuk bercerita baik susah maupun duka. Saya ingat dulu setiap pulang sekolah, saya sering sekali bercerita tentang apa yang terjadi di sekolah, mulai dari mendapat nilai jelek, dimarahi guru, sampai cerita saat saya menjadi juara kelas.

Cerita-cerita tersebut beliau dengarkan dengan senang hati. Tanpa saya sadari, mungkin cerita-cerita saya mbisa jadi menambah beban pikirannya setelah seharian mengurusi rumah seorang diri.

Tidak hanya sebagai pendengar yang baik, tapi mama jugaseorang koki yang handal. Dari tangannyalah lahir berbagai masakan yang tiada tandingannya. Itu yang membuat saya malas untuk makan di luar.

Selain itu, mama adalah seorang ekonom yang ulung. Beliau mengatur pengeluaran rumah tangga dengan sangat bijak. Beliau juga yang mengajarkan kepada saya untuk hidup hemat dan sederhana.

Mama juga merupakan guru teladan yang baik. Karena sikap dan perilakunya yang patut untuk dicontoh, membuat saya lebih mandiri untuk bisa mencoba menjalani hidup sendiri.

Di saat pikiran saya buntu akan tugas-tugas dari sekolah. Mama bisa memberikan ide-idenya yang sangat membantu dalam tugas saya tersebut. Mama juga selalu peduli dengan orang lain, terutama orang yang tidak mampu.

Sungguh mama adalah manusia super yang saya kenal di dunia ini. Beliau sanggup tidak tidur semalaman hanya untuk merawat saya yang sedang sakit. Ingin sekali hati ini untuk membuatnya bahagia, membuatnya bangga akan prestasi yang saya raih. Tapi itu semua belum cukup atas semua yang telah beliau korbankan untuk saya.

Kini, saat umurnya tidak lagi muda satu persatu penyakit mulai menimpanya. Ini merupakan waktu yang tepat untuk saya melakukan apa yang selalu beliau lakukan kepada saya selama ini. Saya akan merawat dan menjaganya sekuat tenaga. Sebelum waktunya terlambat.

Ya Allah, Engkau Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang ampuni dosa-dosanya dan sayangi dia seperti dia menyayangi saya sejak kecil. Tolong jaga dia, jauhkan dia dari segala marabahaya dan penyakit. Beri dia umur yang bermanfaat bagi kehidupannya. Amin. Itulah doa yang selalu saya mohonkan pada Allah di setiap saya bersujud di hadapannya.

Filed in Academic at 11:09 pm

no comments